Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan sebesar besarnya untuk kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. Untuk mewujudkan tujuan tersebut pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan swasta terus mengupayakan peningkatan kapasitas petani agar menjadi petani yang mandiri dan berdaulat. dukungan lembaga keuangan perbankan dalam menyalurkan permodalan usaha tani agar para petani mampu meningkatkan kwalitas usaha taninya menjadi lebih baik dan menguntungkan. Untuk itu kemampuan petani dalam mengadopsi teknologi pertanian perlu terus diberdayakan melalui kegiatan pelatihan petani dan pelaku agribisnis agar pengetahuan, keterampilan dan Sikap (PKS) meningkat serta agar petani mandiri, tangguh dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam berusaha tani.

Kegiatan Pelatihan bagi petani pelaku utama dan pelaku usaha agribisnis merupakan suatu metode penyuluhan yang sangat strategis. Kgiatan pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan yang diperlukan oleh petani dalam rangka pengembangan usaha taninya disamping itu kegiatan pelatihan diharapkan memperkuat kelembagaan petani, merespon tuntutan pasar dan menjalin kerjasama yang menguntungkan dengan pelaku agribisnis, di sector pertanian dalam arti luas termasuk didalamnya adalah pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan. Peternakan dan pengolahan hasil pertanian.

Kegiatan pelatihan diharapkan mampu menjawab tantangan agribis global yaitu tersedianya produk yang ada sepanjang waktu, berkualitas serta kontinyu dalam memasok kebutuhan pasar, sehubungan dengan hal tersebut Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian melaksanakan kegiatan Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis memenuhi keinginan para petani pelaku utama tingkat kecamatan sesuai ajuan masyarakat tani melalui musrenbang kecamatan.

Tahun 2019 ini kegiatan Pelatihan petani pelaku agribisnis pada sector pertanian yang telah mendapat persetujuan untuk dlaksanakan sebanyak95 kelas yang setiap kelasnya sebanyak 30 orang sehingga melibatkan petani seluruhnya sebanyak 2.850 orang petani. Jmlah ini belum termasuk Pelatihan petani lainnya diantaranya ada Pelatihan peternakan, Pelatihan peningkatan produksi, Pelatihan peningkatan kwalitas kemasan hasil produksi pertanian, Pelatihan kelembagaan dan lain sebagainya.

Pada bulan Februari 2019 yang lalu telah dilaksanakan Pelatihan Petani Pelaku Agribisnis sebanyak 4 kelas antara lain di Kec.Losari 1 kelas, Ciledug 1 kelas dan kec. Sedong sebanyak 2 kelas. Sedangkan pada bulan April awal telah terlaksana 9 kelas diantaranya kec. Gegesik 3 kelas, Ciwaringin 1 kelas, kec Klangenan 1 kelas, kec Palimanan 1 kelas, Gebang 1 kelas dan kec. Weru sebanyak 2 kelas sementara pada bulan April akhir ini sedang berlangsung Pelatihan sebanyak 7 kelas direncanakan selesai s/d tgl. 30 April 2019 diantaranya di kec Greged 1 kelas, kec Beber 1 kelas, kec Talun 2 kelas, kec Lemahabang 1 kelas dan kec.Pabuaran 1 kelas.

Pelatihan Petani Pelaku Agribisnis ini setiap kelas diikuti peserta petani 30 orang dan setiap kelas dilaksanakan selama 3 hari dengan metode diskusi dan praktek. Sebagai narasumber diantaranya terdiri atas para Camat dan pejabat eselon IV kecamatan, para POPT, praktisi ahli dan para instruktur non PNS yang kompetensinya sesuai judul Pelatihan masing-masing.