Dinas Petanian Kabupaten Cirebon melakukan rapat koordinasi UPSUS PAJALE yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 31 Agustus tahun 2018 bertempat di aula dinas. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh  para Kepala Bidang yang ada di Dinas Pertanian, para Kepala BP3K 16 Kecamatan,  16 UPT Distanbunak,  serta dinas terkait, sebagai narasumber hadir perwakilan dari Kementarian Pertanian dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

Mengawali musim kering ini petani mulai dihinggapi rasa khawatir akan ketersediaan air untuk mengairi sawahnya, dengan percepatan pencapaian swasembada pangan salah satunya dengan pemanfaatan alsintan. Kementerian Pertanian Republik Indoesia memberikan alsintan yaitu pompa air untuk petani Jawa Barat kurang lebih 5.086 unit telah diberikan dari tahun 2014 sampai 2017.

Pompa air sangat bermanfaat dan membantu petani dalam mempermudah pengairan sawah pertaniannya. Ini merupakan salah satu Program Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi pertanian. Pemanfaatan alsintan (pompa air)harus diimbangi dengan ketersediaan air, untuk irigasi setiap tahun ada dana DAK yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan embung seperti dituturkan oleh Bapa Herna selaku perwakilan dari Kementerian Pertanian.

Kementerian Pertanian juga menginstruksikan dalam rangka modernisasi pertanian penyuluh pertanian dapat mengidentifikasi alsintan yang diberikan kepada poktan maupun gapoktan untuk melaporkan ke Dinas apakah dimanfaatkan atau tidak, jika peralatan yang telah diberikan tidak dimanfaatkan dengan baik maka alat mesin tersebut akan di re-lokasi ke poktan atau gapoktan yang lain yang lebih membutuhkan demi tumbuh kembangkan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

Di era modernisasi ini setiap BPP harus mempunyai data dan potensi wilayah yang valid dan terbaru, setiap penyuluh wilbin mengumpulkan data yang kemudian direkap di BPP dan dijadikan data dasar bagi BPP. Klasifikasi BPP harus mampu meningkatkan SDM dan sarana. Dalam satu tahun haus mampu melakukan kegiatan temu usaha yang menghadirkan praktisi.setiap BPP harus mampu membangun kemitraan dengan pengelola permodalan dan pemasaran, serta mampu menjalin kemitraan.

Dalam sambutannya perwakilan dari Bappeda mengungkapkan agar penyuluh dapat mempengaruhi petani untuk menanam tanaman yang sesuai dengan spesifik lokasi, penanaman harus menyesuaikan kondisi air dengan pola tanam padi – padi – jagung.diharapkan juga segala sesuatu yang direncanakn dalam jangka lima tahun kedepan dapat realisasi. Rencana yang dicanangkan harus sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Perkembangan pembangunan di wilayah Cirebon cukup pesat dan maju seperti adanya jalan tol, dan bandara Kertajati, kedepannya pelabuhan Cirebon akan kembali difungsikan hal inimemaksa pemerintah kabupaten mempersiapkan 4000 ha lahan abadi yang mempunyai ketersediaan air yang cukup baik agar dapat berproduki tinggi dan berpola tanam minimal dua kali dalam satu tahun.

Keberhasilan sektor pertanian perlu didukung oleh berrbagai pihak, baik dukungan dari sumber daya alam, potensi wilayah, petani sebagai pelaku utama di bidang pertanian, pemerintah dan tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari penyuluh pertanian.

Kemudian dalam pengarahannya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr. Ir. H. Ali Efendi, MM diantaranya mengatakan kepada para peserta pertemuan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Ditulis oleh : (Rohayati, Penyuluh Kab. Cirebon)