Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019 telah usai dilaksanakan di Stadion Dadaha Kota Tasikmalaya, Suatu hari yang senantiasa diperingati oleh masyarakat pertanian yaitu para petani, peternak, petani hutan, petani ikan, pegawai dan pengusaha yang bergerak disektor pertanian, HKP menjadi momen penting sebagai hari penghargaan kepada orang, keluarga, dan masyarakat yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam pembangunan bangsa dan negara khususnya pembangunan di sektor pertanian. Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya cipta karsa dan karya yang lebih besar dan berguna terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. HKP tahun 2019 ini merupakan momentum memperingati keberhasilan pembangunan pertanian di Jawa Barat serta sebagai ajang pengembangan minat dan bakat generasi muda terhadap sektor pertanian dalam rangka meregenerasi pelaku utama sektor pertanian untuk kemajuan pembangunan selanjutnya. Pembangunan pertanian dikatakan berhasil jika dapat mencapai keberhasilan swasembada yang dapat diwujudkan melalui integrasi dan sinergi/sinkronisasi antara pemerintah, masyarakat tani, dan pelaku usaha di bidang pertanian. Atas dasar itu, HKP tahun 2019 untuk meningkatkan sinergitas antara tiga stake holder pertanian. Harapan yang sangat didambakan dari peringatan HKP ini dapat memantapkan kepemimpinan dan kemandirian petani dalam pencapaian swasembada melalui program upsus padi, jagung, dan kedelai serta komoditas pertanian strategis lainnya dalam mendukung dan untuk menjadi sarana memperkokoh ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat tani. Sedangkan Tema yang diusung untuk HKP ke-47 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 yaitu “Mewujudkan Petani Milenial Menuju Jawa Barat Juara Lahir Batin”. Serta Maksud dan tujuan memperingati HKP ini diantaranya mengapresiasi petani, pekebun, peternak dan nelayan dalam upaya peningkatan motivasi dan kegairahan petani dan nelayan dalam pembangunan sistem dan usahanya, serta meningkatkan kepemimpinan dan kemandirian petani dan nelayan melalui wadah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Sedang tujuan dilaksanakan kegiatan HKP ini adalah: a. Meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan petani dalam mewujudkan kemandirian pangan; b. Menjalin kemitraan usaha dan pertukaran informasi antara petani-nelayan dengan para pengusaha di bidang agribisnis, agroindustri dan agrowisata. Output/Keluaran yang diharapkan dari penyelenggaraan HKP Tahun 2019 adalah : 1) Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia dan kemandirian petani nelayan dan petani hutan sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan; 2). Meningkatnya jejaring kerja (networking) sesama petani nelayan dan petani hutan pelaksanaan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan; 3). Meningkatnya kreativitas petani nelayan dan petani hutan dalam penerapan dan pengembangan tekonolgi tepat guna; 4). Meningkatnya motivasi, kinerja, profesionalisme petani nelayan dan petani hutan ; 5). Meningkatnya kemitraan dan sinergitas diantara sesama kelompok tani nelayan dan kelompok tani hutan, organisasi profesi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, serta aparatur pemerintah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Petani nelayan pelaku utama pelaku usaha pertanian Kabupaten Cirebon turut serta dalam acara HKP di Kota Tasikmalaya ini Dinas Pertanian Kab.Cirebon memberangkatkan sebanyak 50 orang pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, para petani, peternak, pekebun, Kelompoktani, KWT, KTNA serta para Penyuluh pendamping, Pejabat dan Staff seperti kasie, kepala bidang penyuluhan, penyuluh THL dan Perhiptani juga pejabat peninjau serta Undangan atas nama Pemerintah Daerah Kab Cirebon dalam hal ini diwakili Kepala Dinas Pertanian Kab Cirebon Bpk. Dr. H. Ali Efendi, MM. yang didampingi para Kepala Bidang dari Dinas Pertanian diantaranya Kepala Bidang Penyuluhan dan Kepala Bidang Tanaman Pangan. Rangkaian Kegiatan HKP Ke-47 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 yang dilaksanakan sejak tgl. 15 s/d 18 Juli 2019 acaranya cukup padat diantaranya Acara Pembukaan, Pemberian Penghargaan, Rembug Madya KTNA; Temu Wicara; dan Aneka Lomba seperti : Peragaan/Demonstrasi produk unggulan pada Stand Pameran KTNA Kabupaten/Kota, Pengembangan Jaringan Informasi Agribisnis (Teleconfrence); Temu Profesi (Organisasi Profesi); Gelar Teknologi (Demplot); Klinik Tanaman; Karya Wisata, Bakti Sosial KTNA dan lain-lain. Aneka Lomba diantaranya : a). Stand Pameran Melombakan seluruh stand Petani dan Nelayan yang terlibat dalam kegiatan HKP ke-47 yang merupakan perwakilan kabupaten/kota. B). Lomba Sayur dan Buah Unggulan Melombakan produk unggulan dari seluruh daerah di Jawa Barat, dimana setiap kabupaten/kota menampilkan produk unggulannya dengan membawa produk dan leaflet/brosur yang merepresentasikan produk tersebut di daerah, kemudian dipresentasikan oleh 2 (dua) orang. C). Lomba Mengemas benih lele yakni Perlombaan yang bertujuan untuk menampilkan keterampilan petani ikan dalam mengemas benih lele dimana peserta terdiri dari 1 tim yang berisikan 2 (dua) orang. D). Lomba Bongkar Pasang Traktor yakni Perlombaan yang bertujuan untuk menampilkan kegesitan petani dalam mengoperasikan traktor dimana peserta terdiri dari 1 tim yang berisikan 2 (dua) orang. E). Lomba Bongkar Pasang alat Jarwo yakni Perlombaan yang bertujuan untuk menampilkan kegesitan petani dalam memasang alat jajar legowo dimana peserta terdiri dari 1 tim yang berisikan 2 (dua) orang. F). Lomba Asah Terampil yakni Perlombaan yang bertujuan mengetahui seberapa dalam petani menguasai keilmuan di bidang pertanian peserta terdiri dari 1 tim yang berisikan 3 (tiga) orang yaitu petani muda, wanita tani, petani dewasa. G). Lomba Inovasi Teknologi yakni Perlombaan yang menampilkan inovasi/kebaharuan teknologi yang diciptakan petani melalaui presentasi dengan dilengkapi profil dari teknologi yang dibuat. H). Lomba Okulasi Buah yakni Perlombaan yang bertujuan untuk melihat keterampilan petani buah dalam mengembangkan bibit melalui teknik okulasi dimana peserta terdiri dari 1 tim yang berisikan 2 (dua) orang. I). Lomba Kupas, Belah dan Cungkil yakni Perlombaan yang bertujuan untuk keterampilan mengupas kelapa yang dilakukan oleh 1 orang. J). Lomba Paduan Suara Perlombaan yang bertujuan untuk menampilkan sisi seni dari para petani dan nelayan melalui olah vocal yang dimana peserta terdiri dari 1 tim yang berisikan maksimal 15 orang. Dengan ketentuan menyanyikan 1 Lagu wajib yaitu Mars KTNA, dan Lagu Pilihan berupa lagu pop sunda yang dipilih salah satu dari 3 pilihan yaitu manuk dadali, bubuy bulan, dan panon hideung. K). Lomba Tebak kelamin DOC yakni Perlombaan yang bertujuan untuk menampilkan keahlian petani dalam membedakan kelamin unggas (ayam) dimana setiap kabupaten/kota diwakili oleh 1 orang peserta. l. Lomba Membuat Vlog yakni Perlombaan yang bertujuan untuk menampilkan kreatifitas petani dalam teknologi videografi. Dimana video dibuat pada hari pelaksanaan dan berdurasi 3-5 menit. Seluruh jenis lomba yang diadakan tersebut semuanya diikuti oleh peserta Kontingen Kabupaten Cirebon sekalipun kita harus mengakui bahwa peserta dari Kabupaten lain persiapannya lebih baik peserta lebih muda dan lebih tangkas namun satu Jenis Lomba yang cukup keren sesuai kebutuhan dan permasalahan yang kita hadapi saat ini yakni Inovasi Teknologi, wakil dari Kabupaten Cirebon mmperoleh Juara Pertama, Alhamdulillah … Selamat Pak Dastari dari Jemaras…. Alat Tanam Padi Semi Otomatis (ATAPSO) hasil ciptaan Petani yang memiiki keahlian Perbengkelan dapat memukau Juri dan peserta lain….. Sekali Lagi Selamat kepada Pak Dastari ….. Peserta dari Kabupaten Cirebon didominasi para pelaku utama yang sudah senior dalam usia namun untuk tenaga harus diakui peserta lain yang masih muda-muda cukup bertenaga dalam beberapa hal. Untuk itu disarankan para senior untuk segera menyampaikan ilmu dan pengalamannya kepada para generasi muda para petani melenial kita. Tugas kita semua untuk mendorong para milenial untuk tumbuh dorongan pada dirinya lebih tertarik dan mencintai dunia pertanian. (empie)

Dokumentasi HKP ke 47