Acara puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tingkat Nasional mengambil lokasi di desa Jejengkit Muara, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Peringatan ini menetapkan tema : “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” tema tersebut sangatlah tepat sekali diambil sebab areal rawa yang ada di Indonesia sangat luas sampe beribu-ribu hektar …. bila seluruh areal tersebut dapat di jadikan lahan produktif …. wah wah satu kali panen aja lumbung kita dah penuh kayanya … kami bisa saksikan sendiri disaat menghadiri acara puncak HPS di lokasi Desa Jejangkit Muara pada tgl.17-19 Oktober 2018 yang lalu … dari mulai masuk pintu gerbang sampe di lokasi pertemuan jaraknya sampe 2 kilo …kudu mlaku …saking akehe wong kang diundang di acara ini, dari mulai pelaku utama, pelaku usaha pangan, petugas daerah dan pusat yang menangani urusan pangan dari mulai aceh sampe papua, perwakilan dari negara-negara sahabat, petugas FAO, para Bupati/Walikota, para Gubernur, anggota DPR Pusat, Pejabat eselon 1 Kementerian, Menteri Koord Perekonomian dan Juga Menteri Pertanian dan lain-lain ….jadinya kendaraan ga boleh masuk di lokasi ini.sehingga para undangan harus jalan kaki…hehehe …maaf kaki saya krasa cape banget …. seneng tapi akeh bature …sepanjang jalan tampak di kiri dan kanan jalan terbentang luas lahan-lahan rawa yang masih nganggur belum dimanfaatkan secara optimal karena … memang kebayang kalo areal seluas ini jika diolah secara manual …. pake cangkul ….  pasti teklok karena amba banget… untuk itu keberadaan alsintan disini sangat penting pastinya …. belum lagi pH tanah rawa katanya sangat masam dan kalao musim hujan tergenang cukup lama … jadi kalo mau ditanam padi musti di akalin dulu kali ya … seperti demplot padi Inpara 3 dan lain2 di dekat lokasi HPS bagus hasilnya ….Memang katanya lahan rawa lebak dan pasang surut mempunyai sifat yang spesifik, diantaranya macam tipologi, jenis tanah, dan tipe genangan yang berbeda, spesifikasi tersebut mengandung makna bahwa potensinya sebagai lahan pertanian tentu akan berbeda. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis tingkat kesesuaiannya berdasarkan besarnya faktor pembatas yang ada bagi sistem usaha pertanian yang akan dikembangkan. Lahan rawa pasang surut terletak di daerah datar, sehingga luapan dan genangan air secara periodik merupakan ciri khas yang dimilikinya. Sesuai karakteristik dan potensinya serta dikaitkan dengan kesiapan teknologinya, lahan rawa pasang surut sangat potensial untuk dijadikan lahan pertanian maju, tentu masih banyak kendala dan permasalahan yang harus dicarikan solusinya ….hehehe…semoga para ahli segera menemukan teknologi yang tepat untuk pemanfaatan Rawa Lebak dan pasang surut di Indonesia ….

Dinas Pertanian Kab Cirebon menghadiri undangan di acara puncak peringatan HPS XXXVIII  di Provinsi Kalsel langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Kab Cirebon BPk. Dr. Ir. H. Ali Efendi, MM. dengan didampingin para  Kepala Bidang yakni Kabid Tanaman Pangan, Kabid Peternakan, Kabid Perkebunan, Kabid Kesehatan Hewan, Kabid Penyuluhan, Kasi Kelembagaan, Kasi Metodologi dan Teknologi, Kasubbag Umum, Kasubbag Keuangan, Perwakilan Ka UPT Pertanian serta staf bidang penyuluhan,  bersama Titans Wisata Travel … selain acara di lokasi Desa Jejangkit Muara .. rangkaian peringatan HPS tingkat nasional ini juga dilaksanakan berbagai lomba dan pertandingan  dan Pameran tentang Pangan yang di gelar di areal taman Gubernuran Kalsel di Banjarbaru yang diikuti oleh OPD-OPD dari Kabupaten/kota dan Provinsi dari seluruh Indonesia, Kementerian terkait, para pelaku utama dan para pelaku usaha pertanian lainnya. … stand yang ditampilkan bagus-bagus, bisa jadi inspirasi bagi pengunjung … (Empie)